Senin, 14 September 2015

Perjuangan Amalia Mencari Adiknya yang Hilang Pasca Insiden Crane Jatuh

Perjuangan Amalia Mencari Adiknya yang Hilang Pasca Insiden Crane Jatuh - Sudah 10 orang jemaah haji Indonesia yang wafat karena insiden crane di Masjidil Haram sudah berhasil diidentifikasi. Kita semuanya berharap tidak ada lagi korban wafat dari Indonesia, seperti yang membuncah di dada Amalia Siregar.

Sejak insiden crane yang terjadi pada hari Jumat, 11 September 2015, Amalia sangat mengkhawatirkan nasib adiknya. Waktu insiden itu terjadi, Janiro Ganumbang Siregar (33), sedang beribadah di Masjidil Haram bersama 4 orang kawannya yang sama-sama tergabung dalam kloter 9 embarkasi Medan.

Kemungkinan terburuk sudah pasrah diterima Amalia jika adiknya memang menjadi korban wafat kejadian itu. Bersama suaminya dan petugas Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) Saidup Kudari, Amalia mencari keberadaan adiknya itu dari rumah sakit ke rumah sakit sampai tempat penampungan jenazah di Muaisim.

"Saya cuma ingin tahu kabar adik saya bagaimana. Saya ingin melihat apa dia kondisi terluka atau wafat," ujarnya dengan suara bergetar saat mencari informasi keberadaan adiknya di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), Makkah, Senin (14/9/2015).

Janiro pergi bersama 4 orang yang juga menjadi korban crane. Satu orang bernama Masnauli Sijuadil Hasibuan sudah diidentifikasi meninggal dunia dan 3 lainnya sempat dirawat karena mengalami luka ringan.

"Menurut keterangan yang selamat, 3 orang luka ringan. Masnauli sudah meninggal. Ada yang lihat Janiro juga jadi korban, wajah dan perutnya berdarah. Dia duduk di samping Masnauli," tutur Saidup.

Saidup mengaku sudah mencari ke setiap RS di Makkah dan yang terakhir di rumah sakit penampungan jenazah di Muaisim. Di sana mereka tidak menemukan foto Janiro terpampang di papan korban wafat. Beberapa plastik besar sempat menarik perhatian Saidup dan Amalia. Namun petugas yang berjaga mengatakan kalau di dalam plastik itu berisi jasad manusia yang tidak utuh lagi sehingga tidak akan bisa dikenali.

"Saya siap tes DNA aja Pak.Tidak apa-apa tes DNA biar jelas," pinta Amalia yang tampak sangat mencemaskan nasib adiknya itu.

Saidup berusaha menenangkan Amalia dan memintanya bersabar. Dia meminta Amalia agar menyerahkan semuanya pada petugas haji, termasuk menyerahkan foto Janiro. Saidup juga menyarankan agar Amalia terus berdoa dan menjaga kondisinya karena hari wukuf akan tiba kurang dari 2 minggul lagi.

Janiro pergi berhaji bersama suaminya. Saat kejadian suami Janiro memilih tinggal di penginapan karena merasa tidak enak badan. Amalia dan suaminya berbeda kloter dari Janiro.